Habib prof dr. Abdullah bin muhammad baharun ( al-ahqof )

Ponpes Nurul huda Surabaya kedatangan tamu besar dari rektor jam’iyyah ( universitas ) Al-Ahqof yaitu Habib Prof Dr.Abdullah Bin Muhammad Baharun.       ( senin 29/09 ).

Malam itu semua santri & santriwati sangat antusias sekali mendengarkan nasihat dan pesan-pesan yang beliau sampaikan .

Habib Abdullah Bin Muhammad Baharun dalam menyampaikan pesan-pesannya , beliau lebih menekankan kepada santri untuk berakhlakkul karimah dan menjaga ukhuwah ( persaudaraan ) kepada setiap santri dan juga di tengah masyarakat , esok ketika para santri kembali ke rumah nanti .

Dan juga Habib Abdullah Bin Baharun dalam akhir acara beliau memberi dua pesan kepada santri dan santriwati ponpes Nurul Huda yaitu : “ setiap orang pasti ingin tampil kuat , akan tetapi orang yang kuat itu bukan kuat fisiknya tapi kuat untuk menahan amarahnya & kalau bisa setiap santri saling menyayangi satu sama lain untuk menjaga ukhuwah dan akhlak yang baik “ dan “setiap wanita ingin cantik , akan tetapi kecantikan jasmani itu hanya sementara , kecantikan hanya haqiqi itu adalah orang yang cantik hatinya . walaupun jasmaninya tidak cantik tapi hatinya yang cantik ( bertutur kata yang bagus dll. ) pasti orang akan banyak yang senang dengan kecantikan hatinya “.

Setelah menyampaikan pesan terakhirnya para santri , acaranya pun telah selesai , ketika Habib Abdullah keluar dari majelis seluruh santri putra bertabarruk ( mencari barokah ) dengan mencium tangannya .

Semoga kelak para santri bisa mengikuti jejaknya yang telah menyebarluaskan islam dengan gaya nya yang mendahulukan akhlakul karimahnya sebagaimana rosul Allah pada zaman jahiliyah waktu itu amin, ya rabbal alamin.

Pesan Prof. Dr. Abdullah Bin Muhammad Baharun kepada para santri :

  1. Sangat antusias senang kepada santri yang meninggalkan rumah demi belajar disini .
  2. Orangtua santri bukan tidak ingin bersama mereka untuk bersama mereka di rumah , akan tetapi mereka cinta terhadap agama , dan para santri beruntung bisa “Nyantri” di kyai pembesar agama yang beraliran ahlussunnah wal jama’ah . dan berharap para santri & santriwati menjadi orang yang sholeh & sholichah .
  3. Umpama seperti gedung yang besar & dalamnya kosong tugas santri hanya mengeluarkan suaranya (ilmunya) dikeluarkan agar bermanfaat & jangan sampai meninggikan suaranya tapi tidak bermanfaat (sombong) .
  4. Misal kitab bentuknya kecil di dalamnya penuh dengan ilmu . ketika ada seseorang yang ingin membacanya , maka kitab akan memberikan manfaat yang besar kepadanya , dan diharapkan kita bisa seperti itu .
  5. Kyai & ustadz mengajarkan beberapa ilmu , mereka memiliki usaha lain yaitu akhlaq & ilmu yang dapat dia amalkan , & diharapkan santri yang di pesantren menjaga ukhuwah yang baik & penuh akhlaq ,

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *